Ocha WeBlog

Proud to be Moslemah Doctor- FK UIN Syarif Hidayatullah

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI ” ANALISA SEMEN “

on February 12, 2010

ANALISIS SEMEN

Tujuan

Mempelajari bagaimana melakukan evaluasi semen manusia.

Petunjuk

Lihat buku petunjuk WHO “ Manual for the examination of the Human Semen and Sperm-Mucus Interaction “ (WHO, 1999) berikut ini:

Recommendation Standards of Analysis of Human Semen
Macroscopic examination Microscopic examination Sperm Function Test
  1. Koagulasi dalam semen
  2. Likuifaksi
  • Warna
  • Volume
  1. Volume
  2. Viskositas
  3. pH
  1. Sperma motil (%/mL)
  2. Gerak sperma lurus (%)
  3. Kontrkasi Sperma (106/mL)
  4. Total sperma per ejakulat
  5. Morfologi sperma
  6. Sel-sel bulat
  1. Uji HOS
  2. Uji eosin Y
  3. Uji Interaksi Sperma-mucus

Dasar Teori

Analisa semen dapat dilakukan untuk mengevaluasi gangguan fertilitas (kesuburan) yang disertai dengan atau tanpa disfungsi hormon androgen. Dalam hal ini hanya beberapa parameter ejakulat yang diperiksa (dievaluasi) berdasarkan buku petunjuk WHO “ Manual for the examination of the Human Semen and Sperm-Mucus Interaction “ (WHO, 1999).

Spermatogenesis

Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone (Wildan yatim, 1990).

Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu :

1.Spermatocytogenesis

Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer.

Spermatogonia

Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.

Spermatosit Primer

Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.

2. Tahapan Meiois

Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II.

Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah, tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap.

3. Tahapan Spermiogenesis

Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum, maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan. Spermatozoa masak terdiri dari :

    • Kepala (caput), tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya, tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum.
    • Leher (servix), menghubungkan kepala dengan badan.
    • Badan (corpus), bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas.
    • Ekor (cauda), berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius.

Hasil Praktikum

  • Likuifaksi
    • Warna : putih keabuan
    • Bau : bunga Accacia
  • Volume : 2,5 mL
  • pH : 7,2
  • Penghitungan konsentrasi sperma (106/mL) menggunakan hematositometer
7 3
5 6
5 4
5 5
3 4
Σ = 25 Σ = 22
Σ = 47

Hasil perhitungan Konsentrasi sperma

Σ spermatozoa =          ( Σ total :  faktor konversi )   x 106

Σ spermatozoa =          ( 47 : 2  )  x 106

= 23,5 x 106 / mL

Total Sperma per ejakulat = Konsentrasi sperma x Volume sperma

= 23,5. 106 x 2,5

= 58,75 . 106 / ejakulat

Pembahasan

Dari analisis yang dilakukan tidak semua pemeriksaan dapat dilakukan karena sperma yang di analisis tidak dalam kondisi segar. Sehingga banyak sperma yang sudah immotil, akibat sulut untuk menentukan bagaimana kondisi motilitas dari sperma yang diukur.

Kesimpulan

Dari hasil analisis sperma yang dapat dilakukan, kondisi sperma masih dalam batas normal. Tetapi hal ini masih perlu dilakukan pemeriksaan ulang dengan sperma yang segar sehingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan kondisi yang dialami pasien.

DAFTAR PUSTAKA

  • Sherwood, Lauree. Fisiologi manusia:dari sel ke sistem. Ed.2. Jakarta:EGC. 2001
  • Guyton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed 9. Jakarta:EGC, 1997
  • Martini, FH. Fundamentals of anatomy & physiology. 8th. Benjamin Cummings. 2006. p:1016-7

4 responses to “LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI ” ANALISA SEMEN “

  1. Rumut banget kayaknya ya,otakku kagak nyampe kesono dah

    • oktavie says:

      tidak usah dipikirkan mba,,saya menampilkan rumusnya supaya tahu saja, bagaimana penghitungan dalam pemeriksaan itu..nantinya klo ada yang periksa kan petugasnya yang menghitung..:)

  2. fkucbio says:

    wah model pelaporan hasil analisa rutinnya cukup sederhana, bagus dan gampang diikuti, oh ya ada tidak prosedur uji eosin Y ? kalo tidak salah uji ini hanya untuk mengetahui viabilitas spermatozoa ?

  3. edi gunawan says:

    wah ngga ada iklan nih blog! pasangin adsense gan, biar ane bantu ngekliknya. hahaha. makasih infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: