Ocha WeBlog

Rosalia Oktaviani – Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah

Perkembangan Remaja

on June 15, 2011

Remaja Menurut World Health Organisation (WHO) merupakan periode kehidupan antara usia 10-19 tahun yang menunjukkan pematangan fisik dan seksual pada laki-laki dan perempuan yang mengarah pada karakteristik perilaku, dipengaruhi oleh budaya. Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan. Transisi ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya kebudayaan lain, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka.

Pubertas merupakan Periode transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa à ditandai munculnya karakteristik seks sekunder dan kemampuan reproduksi  seksual didapat. Selama pubertas, terjadi percepatan pertumbuhan linier karena memanjangnya tulang-tulang panjang. Pubertas dimulai pada usia sekitar 11 tahun pada anak perempuan dan 13 belas pada ank laki-laki, dan berlangsung beberapa tahun pada kedua jenis kelamin.

Adatiga macam masa pubertas :

  • Early adolescence                   11-14 years
  • Middle adolescence                15-17 years
  • Late adolescence                     18-21 years

Terminologi pubertas :

  • Adrenarche : Munculnya rambut pubis dan aksila pada laki-laki tanpa disertai tanda-tanda virilisasi atau pubertas yang lain.
  • Thelarche : Pembesaran payudara pada perempuan yang bersifat menetap dan  dapat berupa universal dan bilateral dimulai pada saat pubertas.
  • Pubarche : saat mulainya pubertas, ditandai dengan pertumbuhan rambut kemaluan.
  • Menarche : Timbulnya haid pada anak-anak tanpa disertai tanda-tanda peningkatan estrogen yang lain.

Perkembangan pada Remaja Selama Pubertas

  1. Perkembangan fisik 
    Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitari pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam sekitar dua tahun. Dorongan pertumbuhan terjadi lebih awal pada pria dari pada wanita, juga menandakan bahwa wanita lebih dahulu matang secara seksual dari pada pria. Pencapaian kematangan seksual pada gadis remaja ditandai oleh kehadiran menstruasi dan pada pria ditandai oleh produksi semen. Hormon-hormon utama yang mengatur perubahan ini adalah androgen pada pria dan estrogen pada wanita, zat-zat yang juga dihubungkan dengan penampilan ciri-ciri seksual sekunder: rambut wajah, tubuh, dan kelamin dan suara yang mendalam pada pria; rambut tubuh dan kelamin, pembesaran payudara, dan pinggul lebih lebar pada wanita. Perubahan fisik dapat berhubungan dengan penyesuaian psikologis; beberapa studi menganjurkan bahwa individu yang menjadi dewasa di usia dini lebih baik dalam menyesuaikan diri daripada rekan-rekan mereka yang menjadi dewasa lebih lambat.
  2. Perkembangan intelektual  
    Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah-masalah kompleks berkembang secara bertahap. Psikolog Perancis Jean Piaget menentukan bahwa masa remaja adalah awal tahap pikiran formal operasional, yang mungkin dapat dicirikan sebagai pemikiran yang melibatkan logika pengurangan/deduksi. Piaget beranggapan bahwa tahap ini terjadi di antara semua orang tanpa memandang pendidikan dan pengalaman terkait mereka. Namun bukti riset tidak mendukung hipotesis ini; bukti itu menunjukkan bahwa kemampuan remaja untuk menyelesaikan masalah kompleks adalah fungsi dari proses belajar dan pendidikan yang terkumpul.
  3. Perkembangan seksual        
    Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks. Terlepas dari keterlibatan mereka dalam aktivitas seksual, beberapa remaja tidak tertarik pada, atau tahu tentang, metode Keluarga Berencana atau gejala-gejala Penyakit Menular Seksual (PMS). Akibatnya, angka kelahiran tidak sah dan timbulnya penyakit kelamin kian meningkat.
  4. Perkembangan emosional   
    Psikolog Amerika G. Stanley Hall mengatakan bahwa masa remaja adalah masa stres emosional, yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Psikolog Amerika kelahiran Jerman Erik Erikson memandang perkembangan sebagai proses psikososial yang terjadi seumur hidup. Tugas psikososial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan orang tersebut berhubungan dengan lainnya dalam gaya dewasa. Kehadiran problem emosional bervariasi antara setiap remaja.

 

TIME OF PUBERTY

Garis perkembangan terjadi dalam tiga periode, remaja awal, tengah, dan akhir. Variasi individu adalah besar. Jenis kelamin dan subkultur mempengaruhi jalannya perkembangan, seperti halnya stresor fisik dan sosial seperti cerebral palsy atau alkoholisme orang tua.

  1. Remaja Awal
  • Perkembangan Biologis

Pada keadaan prapubertas, kadar steroid seks dalam sirkulasi tertekan oleh umpan balik negatif pada hipotalamus. Pubertas mulai dengan pengurangan hambatan hipotalamus dalam responnya terhadap faktor-faktor yang belum sepenuhnya dapat dimengerti.

Tanda pubertas pertama yang dapt dilihat pada anak perempuan adalah perkembangan tunas-tunas payudara, pertumbuhan rambut pubis yang dimulai pada usia 8 tahun. Tanda pertama pada anak laki-laki, pembesaran testis mulai usia 9,5 tahun. Pada anak perempuan dibawah pengaruh FSH (Folicle Stimulating Hormone)dan estrogen. Sedangkan pada anak laki-laki dibawah pengaruh LH (Luetinizing Hormone) dan testosteron.

  • Seksualitas

Ketertarikan terhadap seks meningkat pada masa pubertas awal. Ejakulasi biasanya saat masturbasi dan secara spontan pada waktu tidur. Beberapa anak laki-laki cemas bahwa mimpi basah merupakan tanda-tanda infeksi. Pada remaja awal kadang-kadang melakukan masturbasi secara sosial, eksplorasi seksual bersama bukan spenuhnya merupakan tanda-tanda homoseksualitas. Pada usia 13 tahun, 5 % dari anak perempuan dan dari 20% dari anak laki-laki telah melakukan hubungan seks. Hubungan antara perubahan hormonal dan keterkaitan serta aktivitas seksual adalah kontroversial.

  • Perkembangan Kognitif dan Moral

Dalam teori Piaget, remaja menandai peralihan dari karakteristik pemikiran operasional anak usia sekolah yang nyata ke perbuatan logis yang formal. Pekembangan pemikiran moral secara kasar sejajar dengan perkembangan kognitif.

  • Konsep Diri

Kesadaran diri pada masa remaja meningkat secara eksponen dalam tanggapan terhadap transformasi somatis pubertas. Kesadaran diri pada usia ini cenderung untuk memusatkan pada karakteristik luar yang berbeda dengan introspeksi pada remaja akhir. Gangguan citra tubuh yang serius, seperti anoreksia nervosa juga cenderung muncul pada usia ini. Masa pubertas meningkatkan harga diri pada anak laki-laki, tetapi melemahkan pada anak perempuan karena kedua jenis kelamin tersebut menerima aturan-aturan gender dalam kekuasaan dan kehormatan.

  • Hubungan dengan keluarga, Teman Sebaya, dan Masyarakat

Pada awal remaja, kecenderungan kearah pemisahan dari keluarga dan peningkatan keterlibatan dalam percepatan aktivitas kelompok sebaya. Kebanyakan remaja melanjutkan usahanya untuk membahagiakan orang tuanya. Hubungan remaja muda terhadap masyarakat berpusat pada sekolah. Perubahan dalam struktur sekolah memperkuat perubahan-perubahan yang terkandung dalam pemisahan dengan keluarga.

2. Remaja Pertengahan

  • Perkembangan Biologis

Puncak kecepatan pertumbuhan remaja pertengahan pada anak perempuan saat usia 11,5 tahun. Dengan kecepatan tertinggi 8,5 cm pertahun dan melambat pada usia 16 tahun. Sedangkan pada laki-laki puncaknya saat usia 13,5 tahun dengan 9,5 cm pertahun kemudian melambat pada usia 18 tahun.

  • Seksualitas

Tingkat aktivitas seksual sangat bervariasi. Pada usai 16 tahun, sekitar 30% anak perempuan dan 45 % anak laki-laki telah melakukan hubungan seksual, 17% melakukan petting dan kurang lebih 22% berciuman sebagai satu0satunya perilaku seksual.

  • Perkembangan Kognitif dan Moral

Dengan peralihan kepemikiran operasional formal, remaja pertengahan bertanya dan menganalisis secara luas. Pertanyaan atas kebiasaan moral mendorong perkembangan aturan etika perseorangan.

  • Konsep Diri

Pada masa ini, remaja pertengahan sering bereksperimen dengan berbagai orang, berganti gaya pakaian, kelompok teman, dan minat dari bulan ke bulan.

  • Hubungan dengan Keluarga, Teman Sebaya, dan Masyarakat

Pada masa ini biasanya terjadi ketegangan hubungan antara renaj dan orang tua. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan arah emosional dan energi seksual ke arah hubungan dengan sebyanya.

3. Remaja Akhir

  • Perkembangan Biologis

Dalam masa ini terjadi perkembangan payudara, penis, dan rambut pubis terjaadi pada usia 17-18 tahun. Perunahan-perubahan kecil dalam penyebaran rambut seringkali berlanjut beberapa tahun pada laki-laki termasuk pertumbuhan rambut ketiak, dada, dan wajah.

  • Perkembangan Psikososial

Perubahan-perubahan fisik yang lambat, memungkinkan kesan tubuh yang lebih mantap. Keputusan atas karir menjadi menekan karena konsep diri remaja semakin terikat pada peran-peran yang muncul dalam masyarakat (sebagai pelajar, pekerja, atau orang tua).

FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN REMAJA                                              

  1. Keluarga

Keluarga sangat berperan penting dalam mempengaruhi tumbuh kembang remaja. Dimana orang tua akan mengarahkan anaknya untuk hal-hal yang positif. Di salah satu study di Amerika para ilmuan telah meneliti bagaimana seorang tua mensejahterakan keluarganya dengan pendapatan yang minimal serta bertukar pikiran, bercerita, dan berbicara dengan anaknya mempunyai dampak yang amat membanggakan yaitu berhubungan dengan peningkatan nilai IQ anak yang sangat drastis. Sebagai seorang orang tua mereka seharusnya memberikan beberapa pendidikan seperti : Pendidikan Agama, Pendidikan Moral, Pendidikan Seksual.

2. Nutrisi

Dalam proses perkembangan nutrisi sangat berpengaruh dalam pencapaian maturitas organ, misalkan untuk tumbuh kembang seks kelamin sekunder dibutuhkan beberapa nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Apabila kita kekurangan dari lima macam nutrisi di atas maka akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang remaja. Jumlah nutrien dalam makanan harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan energi dan sintesis sel.

  1. Etnik dan Budaya

Kebudayaan merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kemabang remaja, misalnya budaya barat dengan budaya timur. Di mana budaya timur sangat terkenal dengan kesopanan, keramahan, dan tutur kata yang halus. Hal ini akan memberikan efek yang positif bagi remaja dalam menjalani proses perkembangan, penemuan jati diri mereka yang positif pula. Sebaliknya, budaya barat mengajarkan tentang seks bebas, berpakaian yang kurang sopan, minum-minuman yang mana ini semua akan berpengaruh terhadap tingkah laku remaja yang menyimpang.

  1. Pola Hidup

Aktivitas Fisik (misal olahraga)

  • Membantu Proses Pelepasan growth hormone

Produksi growth hormone dipengaruhi oleh beberapa faktor mencakup olahraga, stres, nutrisi, tidur, dan growth hormone itu sendiri. Kontrol yang paling utama dari pelepasan growth hormone adalah 2 hormon peptida hipotalamus, yaitu GHRH (growth hormone releasing hormone), yang menstimulasi sintesis dan sekresi growth hormone, dan somatostatin untuk menghambat pelepasan GH dalam memberikan respon kepada GHRH serta stimulasi lain seperti rendahnya konsentrasi gula darah. Sekresi GH juga melibatkan bagian lengkung umpan balik negatif yang melibatkan IGF-1(insulin-like growth factor-1). Tingginya level IGF-1 dalam darah mengarah pada penurunan sekresi GH tidak hanya dengan menekan secara langsung lactotroph, tetapi juga menstimulasi pelepasan somatostatin dari hipotalamus. GH juga memberikan umpan balik penghambatan sekresi GHRH dan kemungkinan mempunyai efek inhibitor secara langsung (autkrin) dalam sekresi dari lactotroph. Integrasi semua faktor yang berpengaruh pada sintesis hormon pertumbuhan dan sekresi yang memicu pada pola lonjakan pelepasan hormon. Konsentrasi basal GH dalam darah sangat rendah. Pada anak-anak dan dewasa muda, periode paling intes dalam pelepasan hormone pertumbuhan itu sejenak setelah terjadinya tidur dalam.

  • Mengurangi Risiko Penyakit Metabolik

Dengan adanya aktivitas fisik seperti olahraga maka akan mengurangi risiko penyakit-penyakit metabolik seperti, diabetes mellitus, obesitas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: