So Funny in Psikiatri

Psikiatri,, stase berikutnya yang harus aku jalani selama 1 bulan, sebenarnya hanya 28 hari alias 4 minggu.

Stase ini cukup membuatku tertarik karena pasien yang akan aku hadapi adalah pasien dengan gangguan jiwa. Meski bisa saja disertai dengan kelainan fisik. Sehingga pendekatan yang harus dilakukanpun sedikit berbeda dengan pasien2 yang hanya dengan penyakit organik. Jadi pesan yang pertama dilakukan sebelum melakukan wawancara pada pasien2 jiwa adalah membina rapport (menjalin hubungan antara dokter- pasien) serta timbulkan empati pada diri kita.

Hari pertama kami masih orientasi bangsal2 yang ada disana,,lucu deh nama bangsal nama2 tokoh pewayangan.

Perjalanan dimulai ke bangsal kresna (ICU jiwa) disebut demikian karena bangsal ini untuk pasien2 yang masih akut alias masih dalam kondisi yang cukup berbahaya jika di ruangan biasa. Disini bisa ditemukan pasien dengan keadaan yang marah2, gaduh gelisah, serta dapat membahayakan pasien yang lainnya. Pertama datang cukup serem juga, sekalinya masuk eh..dah ada yang ngajak salaman, ya sudahlah, sekedar salaman ja kan. Sebenarnya agak takut salaman gara2 inget cerita teman yang udah stase ini dulu pas salaman eh ternyata di tangan pasiennya itu ada air maninya [hueekks.. jijik abiss] maka dari itu pesan khusus untuk para koass disini adalah siap2 dengan hand sanitizier. setelah di bangsal pria berpindahlah kita ke bangsal wanita. awal masuk dah terlihat ada pasien yang jalan mondar-mandir sendiri. Ada juga yang terkulai di lantai [mungkin habis minum obat jadi tidur gitu]. Setelah keliling2 ternyata wanita yang mondar mandir tadi menghampiri rombongan kelompokku. Mendekatlah dia ke salah satu temenku yang cowok. dia liatin terus tu temenku, lama kelamaan akhirnya temenku salah tingkah juga [dalam hati,,salting ko am pasien gangguan jiwa..aneh..hahaha]. Akhirnya pasien itu di ajak kenalan oleh temenku, pas dah kenalan tiba2 pasien itu bilang ke temenku ” DJ ya..”. berhubung temenku ini memang sudah dari sononya narsistik maka jadilah ditanggapi. setelah keluar bangsal dengan bangganya dia bilang, eh..eh.. DJ ney..serentak ketawalah aku dan temen2 satu rombongan [ko bisa bangga gitu ya dibilang DJ am pasien gangguan jiwa..wakakak]

Ada lagi cerita lainnya di bangsal yang lain, di bangsal wanita. pasiennya malah gak mau salaman, katanya gak suka ama dokter muda alias koass gara2 suka ditanya2nya lama..hahaha… setelah itu petugasnya mencoba tetap mengenalkan ke kita, “ayo salaman dulu, tu ada dokternya yang ganteng,,” bukannya jadi salaman, eh malah bilang ” ah..dokternya gak ada yang ganteng” jawabnya. Ketawa lah diriku, tau aja mana yang ganteng mana yang gak. Tapi sebelum pergi dari bangsal itu tiba2 ada pasien yang lain teriak2 bilang “dokter,,calon dokter, mau salaman dong.” akhirnya salah satu temenku yang cowok berhenti trus salaman,, beda ama pasien yang tadi, yang sekarang malah bilangg ” dokter ganteng deh”..hahaha, makin lah ketawa..” dadaahh,,dokter” kata pasien itu sambil melambaikan tangannya.. :-D

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.