Ocha WeBlog

Proud to be Moslemah Doctor- FK UIN Syarif Hidayatullah

Hipotiroid

on February 13, 2010

Hipotiroidisme dapat terjadi akibat  (1) kegagalan primer kelenjar tiroid itu sendiri; (2) sekunder dari defisiensi TRH, TSH, atau keduanya; atau (3) defisiensi iodium dalam makanan. Gejala-gejala hipotiroidisme sebagian besar disebabkan oleh penurunan aktivitas metabolism keseluruhan. Pasien hipotiroidisme antara lain mengalami penururnan laju metabolik basal; memperlihatkan penurunan toleransi terhadap dingin (tidaak adanya efek kalorigenik); cenderung mengalami pertambahan berat (tidak memakai bahan bakar dengan kecepatan yang n ormal); mudah lelah (fatig, penurunan produksi energi); memperlihatkan denyut nadi yang lemah dan lambat (akibat penurunan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung dan penurunan curah jantung); dan memperlihatkan perlamabatan reflex dan kemampuan mental (karena efek pada system saraf). Yang terakhir ditandai dengan berkurangnya kewaspadaan, bicara lambat, dan gangguan mengingat.

Karakteristik yang nyata adalah keadaan edematosa yang disebabkan oleh infiltrasi molekul-molekul karbohidrat kompleks penahan air di kulit, diduga sebagai akibat perubahan metabolism. Penampakan wajah,tangan, dan kaki yang bengkak dikenal sebagai miksedema. Pada kenyataannya, istilah miksedema sering digunakan sebagai sinonim untuk hipotiroidisme pada oranh dewasa karena mencoloknya gejala ini.

Jika individu mengalami hipotiroidisme sejak lahir, yang terjadi adalah kretinisme karena pertumbuhan yang normal dan perkembangan SSP memerlukan kadar hormone tiroid yang adekuat, kretinisme ditandai oleh tubuh yang cebol dan retardasi mental serta gejala-gejala defisiensi tiroid umum lainnya. Retardasi mental dapat dicegah apabila terapi penggantian (replacement therapy) segera diberikan, tetapi menjadi irreversible jika retardasi tersebut sudah berkembang sampai beberapa bulan setelah lahir, bahkan apabila kemudian diberi hormone tiroid. Karena itu diciptakan satu usaha kesehatan masyarakat berupa program screening neonates, yakni dengan satu tets darah bayi lahir dapat detentunkan ada tidaknya hipotiroidisme kongenital.

Terapi hipotiroidisme, dengan satu pengecualian, adalah terapi pengganti melalui pemberian hormon tiroid eksogen. Pengecualian tersebut adalah hipotiroidisme yang disebabkan oleh defisiensi iodium, yang pengobatannya adalah asupan iodium adekuat dalam makanan.

Penyakit Hashimoto

Tiroiditis hashimoto adalah penyebab tersering hipotiroidisme. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun pada tiroid. Meskipun terutama disebabkan oleh gangguan pada sel T, tiroiditis hashimoto juga melibatkan respon selular dan humoral.

Patogenesis

Pada awalnya, pengaktifan sel T CD4+ spesifik tiroid memicu pembentukan sel T sitotoksik CD8+ dan autoantibody. Infiltrasi sel T sitotoksik berperan penting dalam destruksi parenkim. Selain itu, sel B yang tersensitisasi mengeluarkan antibody reseptor TSH inhibitorik yang menghambat kerja TSH sehingga ikut berperan dalam hipotiroidisme. Terdapat komponen genetic yang signifikan pada pathogenesis penyakit. Insidensi tiroiditis Hashimoto meningkat ada keluarga dekat dari pasien, dan anggota yang tidak terkena sering memiliki autoantibody tiroid didalam darah mereka. Juga ditemukan adanya keterlibatan antara prevalensi penyakit dan subtype HLA DR3 dan DR5.

Daftar Pustaka

Kumar.Cotran. Robbins. Buku ajar patologi. Ed 7 jil 2. Jakarta:EGC. 2007. p816

Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Ed 2. Jakarta:EGC. 2007. P649




One response to “Hipotiroid

  1. iwan sain says:

    thanks for your article, I like it..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: