Ocha WeBlog

Proud to be Moslemah Doctor- FK UIN Syarif Hidayatullah

Angkot’ Story


Sejak mulai koass,, aku jadi sering beinteraksi dengan angkutan yang satu ini,..

ya,,angkutan umum yang hampir tiap pagi mengantarku ke tempat tujuan.. angkot ‘angkutan kota’ demikian orang-orang menyebutnya.

Selama masa preklinik aku ngekost dekat dengan kampus jadi tak ada masalah bagiku ketika berangkat ke kampus, alias gak harus ngangkot,, hanya saja dengan berangkat terlalu dekat dengan jam masuk membuatku tetap membutuhkan kendaraan. Berhubung tidak memungkinkan dengan motor, akhirnyaku putuskan untuk naik sepeda ke kampus..itung2 go green lah, mengurangi polusi di Jakarta.. ūüôā

Ketika anda tinggal di Jakarta [termasuk pinggirannya juga] bukanlah hal yang sulit untuk menemukan kendaraan yang satu ini. Dengan berbagai tujuan dan kemudahan aksesnya, angkutan ini menjadi pilihan beberapa orang, termasuk diriku.

Berbicara mengenai angkot, meski menjadi pengguna setia ne,,kadang ada beberapa hal yang membuatku kesal..

1. Suka ngetem, dengan kebiasaan yang satu ini harus banyak2 bersabar, apalagi kalo naik angkot yang masih kosong. beuuh..bisa lama nunggu buat jalannya.

2. Bikin macet,, menurut pengamatanku, angkutan yang satu ini kadang jadi penyebab kemacetan [meski gak semuanya kayak gitu] karena suka ngetem sembarangan. bisa-bisanya lho para sopir ini tenang padahal dibelakang angkot mereka dah banyak yang ngklakson & ngantri buat jalan.

3. Ngebut, nah kalo yang ini bukan hal yang aneh lagi. Giliran jalannya lancar dikit dah kebut-kebutan, saling mendahului antar angkot yang lain [dikiranya lagi balap mobil, gak inget apa ya kalo ada penumpang..ckckck]

4. Tarif, masalah yang satu ini kadang buat kesel juga, apalagi yang namanya angkot di ciputat, mending ngasih ongkosnya pake uang pas. soalnya kadang semena-mena, seharusnya masih ada kembalian kadang gak dikasih.

Entah kenapa agak berbeda dengan angkot waktu aku di Cisarua. Saat itu aku harus Koass di Cisarua berhubung temanku udah pulang duluan dengan mobilnya, akhirnya aku dan salah satu temenku yang lain pulang dengan angkutan umum. Dari depan RS itu aku dan temenku naik angkot sampai ciawi. saat itu temenku dah bilang untuk menyiapkan uang sejumlah Rp 4000,,ternyata pas turun masing dari kami hanya cukup membayar Rp 2500. wah..murah juga padahal jaraknya lebih jauh dari ciputat-fatmawati yang biasanya aku harus membayar Rp 3000-4000.

Dengan cukup seringnya naik angkutan ini, mulai diriku sedikit bisa mengenali kondisi2 yang harus dihadapi ketika naik angkot. Selama naik angkot, seringkali aku tertidur bersyukur aku selalu terbangun ketika hampir sampai tujuan..hehe..Iseng-iseng,,ternyata setelah kuperhatikanpengguna angkot terbanyak adalah para wanita….sedikit tips memilih angkot;

  1. Pastinya pilih angkot sesuai dengan tujuan kita
  2. Usahakan pilih angkot yang sudah ada penumpang sebelumnya, selain biar gak ngetem kan lebih tenang juga alo ada temen dalam 1 angkot
  3. Kalo dalam 1 angkot isinya cowok semua, mending cari angkot yang lain aja deh [mengkhawatirkan ‘ jangan-jangan itu komplotan pencopet’, waspada lebih baik kan..]
  4. Trus kalo di dalam angkot ada yang pura-pura sakit dan menarik perhatian kita,,waspada, jangan lengah. kadang-kadang itu hanya trik para pencoper untuk mengalihkan perhatian kita, sementara teman komplotannya telah bersiap mengambil barang berharga kita
  5. Usahakan untuk tidak memperlihatkan barang berharga yang kita bawa. Ongkos sebaiknya disiapkan dari awal di saku tas terluar
  6. Tidur boleh2 aja, asal tetep waspada dan yang terpenting jangan sampe kelewat tujuan kita.. ūüėÄ
  7. Jangan lupa Berdoa..

Semoga selamat sampai tujuan.. ūüôā

Leave a comment »

Inspiration


Orang Berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, Kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

 

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

jika mengalir jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

 

Singa jika tidak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

 

Jika matahri di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

 

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

 

– Imam Syafi’i-

[di kutip dari novel Negeri Lima Menara ‘A. Fuadi’]

 

1 Comment »

So Funny in Psikiatri


Psikiatri,, stase berikutnya yang harus aku jalani selama 1 bulan, sebenarnya hanya 28 hari alias 4 minggu.

Stase ini cukup membuatku tertarik karena pasien yang akan aku hadapi adalah pasien dengan gangguan jiwa. Meski bisa saja disertai dengan kelainan fisik. Sehingga pendekatan yang harus dilakukanpun sedikit berbeda dengan pasien2 yang hanya dengan penyakit organik. Jadi pesan yang pertama dilakukan sebelum melakukan wawancara pada pasien2 jiwa adalah membina rapport (menjalin hubungan antara dokter- pasien) serta timbulkan empati pada diri kita.

Hari pertama kami masih orientasi bangsal2 yang ada disana,,lucu deh nama bangsal nama2 tokoh pewayangan.

Perjalanan dimulai ke bangsal kresna (ICU jiwa) disebut demikian karena bangsal ini untuk pasien2 yang masih akut alias masih dalam kondisi yang cukup berbahaya jika di ruangan biasa. Disini bisa ditemukan pasien dengan keadaan yang marah2, gaduh gelisah, serta dapat membahayakan pasien yang lainnya. Pertama datang cukup serem juga, sekalinya masuk eh..dah ada yang ngajak salaman, ya sudahlah, sekedar salaman ja kan. Sebenarnya agak takut salaman gara2 inget cerita teman yang udah stase ini dulu pas salaman eh ternyata di tangan pasiennya itu ada air maninya [hueekks.. jijik abiss] maka dari itu pesan khusus untuk para koass disini adalah siap2 dengan hand sanitizier. setelah di bangsal pria berpindahlah kita ke bangsal wanita. awal masuk dah terlihat ada pasien yang jalan mondar-mandir sendiri. Ada juga yang terkulai di lantai [mungkin habis minum obat jadi tidur gitu]. Setelah keliling2 ternyata wanita yang mondar mandir tadi menghampiri rombongan kelompokku. Mendekatlah dia ke salah satu temenku yang cowok. dia liatin terus tu temenku, lama kelamaan akhirnya temenku salah tingkah juga [dalam hati,,salting ko am pasien gangguan jiwa..aneh..hahaha]. Akhirnya pasien itu di ajak kenalan oleh temenku, pas dah kenalan tiba2 pasien itu bilang ke temenku ” DJ ya..”. berhubung temenku ini memang sudah dari sononya narsistik maka jadilah ditanggapi. setelah keluar bangsal dengan bangganya dia bilang, eh..eh.. DJ ney..serentak ketawalah aku dan temen2 satu rombongan [ko bisa bangga gitu ya dibilang DJ am pasien gangguan jiwa..wakakak]

Ada lagi cerita lainnya di bangsal yang lain, di bangsal wanita. pasiennya malah gak mau salaman, katanya gak suka ama dokter muda alias koass gara2 suka ditanya2nya lama..hahaha… setelah itu petugasnya mencoba tetap mengenalkan ke kita, “ayo salaman dulu, tu ada dokternya yang ganteng,,” bukannya jadi salaman, eh malah bilang ” ah..dokternya gak ada yang ganteng” jawabnya. Ketawa lah diriku, tau aja mana yang ganteng mana yang gak. Tapi sebelum pergi dari bangsal itu tiba2 ada pasien yang lain teriak2 bilang “dokter,,calon dokter, mau salaman dong.” akhirnya salah satu temenku yang cowok berhenti trus salaman,, beda ama pasien yang tadi, yang sekarang malah bilangg ” dokter ganteng deh”..hahaha, makin lah ketawa..” dadaahh,,dokter” kata pasien itu sambil melambaikan tangannya.. ūüėÄ

 

2 Comments »

Keganasan pada Kulit


Diagnosis Untuk Keganasan pada kulit

Diagnosis dini keganasan pada kulit merupakan hal yang sangat penting. Selain itu dalam mendiagnosis suatu keganasan juga merupakan hal yang sulit sehingga dibutuhkan pengalaman dan melihat secara teliti. Kecurigaan akan kegansan hendaknya sudah timbul bila;

  1. Secara anamnesis

Pada kulit terdapat :

  • Rasa gatal/nyeri
  • Perubahan warna (gelap, pucat, dan terang)
  • Pelebarannya tak merata kesamping
  • Permukaan tidak rata
  • Trauma
  • Perdarahan (walaupun karena trauma ringan)
  • Ulserasi / infeksi yang sukar sembuh
  1. Secara obyektif

Pada kulit ditemukan:

    • Tidak berambut
    • Warna: suram (waxy, seperti mutiara, translusen) atau sama dengan kulit normal
    • Permukaan: tidak rata, cekung ditengah dengan pinggir agak menonjol (linier atau papular)
    • Penyebaran warna tidak homogen
    • Skuamasi halus atau¬† krusta yang melekat bila diangkat timbul perdarahan
    • Sering timbul tunas yang bersifat seperti tumr induknya
    • Perbedaan berbeda-beda sesuai dengan keadaan; dapat keras, kenyal, terasa nyeri; dalam permulaan mudah digerakkan dari dasarnya.
    • Diameter terpanjang membentuk sudut dengan garis R.S.T.L (Rest Skin Tension Line)
    • Telangiektasis kadang-kadang ditemukan mulai dari pinggir ke arah sentral

Sangat sulit membedakan bentuk dini karsinoma sel absal, karsinoma sel skuamosa, maupun melanoma maligna. Diagnosis pasti keganasan ditentukan dengan pemeriksaan patologik-anatomik.

Adapun jenis tumor kulit yang termasuk kategori ganas adalah sebagai berikut;

  1. Karsinoma Sel Basal

Patogenesis

Tumor ini diduga berasal dari sel epidermal pluripoten atau dari epidermis /adneksanya

Faktor predisposisi:

    • Faktor lingkungan

Radiasi, bahan kimia (arsen), pekerjaan tertentu yang banyak terkena sinar matahari (nelayan, petani);adanya trauma (luka bakar), ulkus sikatrik.

    • Faktor genetik

Misalnya, xeroderma pigmentosum, albinisme

Gejala klinis

Tumor ini umumnya ditemukan didaerah berambut, bersifat invasif, jarang bermetastatis. Dapat merusak jaringan disekitarnya, bahkan sampai ke tulang, serta cenderung untuk residif bila pengobatannya tidak adekuat.

Bentuk klinik yang banyak ditemukan ialah:

  • Bentuk nodulus (termasuk ulkus rodens)

Bentuk ini paling sering ditemukan. Pada tahap permulaan sangat sulit ditentukan bahkan dapat berwarna seperti kutil normal atau menyerupai kutil. Gambaran klinis yang khas berupa gambaran keganasan dini seperti; tidak berambut, berwarna coklat/ hitam, tidak berkilat (keruh). Bila sudah berdiameter +- 0,5 cm sering ditemukan pada bagian pinggir berbentuk papular, meninggi, anular, dibagian tengah cekung yang dapat berkembang menjadi ulkus (ulkus rodent) kadang-kadang ditemukan telangiektasis. Pada perabaan terasa keras dan berbatas tegas. Dapat melekat didasarnya bila telah berkembang lebih lanjut. Dengan trauma ringan atau bila krustanya diangkat mudah terjadi perdarahan.

  • Bentuk kistik

Bentuk ini agak jarang ditemukan. Permukaan licin, menonjol di permukaan kulit berupa nodus atau nodulus. Pada perabaan keras, dan mudah digerakkan dari dasarnya. Telaiektasis dapat ditemukan pada tepi tumor.

  • Bentuk superficialis

Bentuk ini menyerupai penyakit bowen, lupus eritematosus, psoriasis atau dermatomikosis. Ditemukan di badan serta umumnya multipel. Biasanya terdapat faktor-faktor etiologi berupa faktor arsen atau sindrom nevoid basal karsinoma. Ukurannya dapat berupa plakat dengan eritema, skuamasi halus dengan pinggir yang agak keras seperti kawat dan agak meninggi. Warnanya dapat hitam berbintik-bintik atau homogen yang kadang-kadang menyerupai melanoma maligna.

  • Bentuk morfea

Secara klinis menyerupai morfea akan tetapi ditemukan tanda-tanda berupa kelainan yangd datar, berbatas tegas tumbuhnya lambat berwarna kekuningan, pada perabaan terasa keras pada tepi lesi.

Karsinoma sle basal umunya tumbuh lambat, kadang-kadang dapat berkembang cepat. Jaringan yang paling banyak rusak ialah pada bagian permukaan. Ulseraasi dapat terjadi yang menjalar ke arah samping maupun ke arah dasar meliputi otot, tulang maupun jaringan lainnya. Ulserasi pada daerah mata dapt merusak bola mata sampai orbita.

Prognosis

Prognosisnya cukup baik, bila diobati sesuai dengan cara benar

  1. Karsinoma Sel Skuammosa

Etiologi

    • Sinar matahari (2900ńā-3000 ńā)

Sinar matahari merupakan salah satu peyebab karsinoma sel skuamosa.

    • Ras /herediter

Pada daerah kulit berwarna ditemukan lebih banyak pada daerah tertutup daripada terbuka orang kulit putih lebih banyak daripada orang kulit berwarna.

    • Faktor genetik

Faktor genetik yang paling menonjol tampak pada xeroderma pigmentosum, pada penyakit ini ditemukan defek pembentukan DNA oleh karena pengaruh sinar ultraviolet.

    • Arsen inorganik

Misal terdapat di alam (air sumur).

    • Radiasi

Misal, sinar X-sinar gama

    • Faktor hidrokarbon

Misal, tar, minyak mineral, parafin likuidum

    • Sikatriks, keloid, ulkus kronik, fistula (osteomiolitis)

Patogenesis

Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel epidermis yang mempunyai beberapa tingkat kematangan, dapat intraepidermal, dapat pula bersifat invasif an bermetastasis jauh.

Gejala klinis

Umur yang paling sering ialah 40-50 tahun (dekade V-VI) dengan lokalisasi yang tersering ditungkai bawah dan secara umum ditemukan lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan.

Tumor ini dapat tumbuh lambat, merusak jaringan setempat dengan kecil kemungkinan bermetastasis. Sebaliknya tumor ini dapat pula tumbuh cepat, merusak jaringan disekitarnya dan bermetastasis jauh, umumnya melalui saluran getah bening.

  • bentuk intraepidermal

bentuk intraepidermal detemukan pada: keratosis solaris, kornu kutanasea, keratosis arsenikal, penyakit bowen, eritoplasia (Queyrat), epitelioma jadassohn. Penyakit ini dapat menetap dalam jangka waktu yang lama ataupun menembus lapisan basal sampai e dermis dan selanjutnya bermetastasis melalui saluran kelenjar getah bening.

  • bentuk invasif

bentuk ini dapat terjadi dari:

  1. bentuk intraepidermal
  2. bentuk prakanker
  3. de novo (kulit normal)

mula-mula tumor ini berupa nodus yang keras dengan batas-batas yang tidak tegas, permukaannya mula-mula licin seperti kulit normal yang akhirnya berkembang menjadi verukosa atau menjadi papiloma. Pada keadaan ini biasanya tampak skuamasi yang menonjol.

Pada perkembangan lebih lanjut tumor ini biasanya menjadi keras, bertambah besar kesamping maupun ke arah jaringan yang lebih dalam. Invasi ke arah jaringa lunak maupun otot serta tulang akan memberikan perabaan yang sulit digerakkan dari jarinagn disekitarnya.

Ulserasi dapat terjadi,pada umumnya mulai ditengah dan dapat timbul pada waktu berukuran 1-2 cm. Ulserasi tersebut diikuti pembentukan krusta dengan pinggir yang keras serta mudah berdarah. Bentuk papiloma eksofilik jarang ditemukan.

Urutan kecepatan invasif dan metastasis tumor sebagai berikut;

  1. tumor yang tumbuh diatas kulit normal (de novo): 30%
  2. tumor didahului oleh kelainan prakanker (sikatriks, ulkus kronik): 25%
  3. penyakit bowen, eritroplasia Queyrat: 20%
  4. keratosis solaris

tumor yang terletak didaerah bibir, anus, vulva, penis lebih cepat mengadakan invasi dan bermetastasis dibandingkan dengan daerah lainnya. Metastasis umunya melalui saluran getah bening, dengan perkiraan sekitar 0,1-50% kasus. Perbedaan metastasis bergantung pada diagnosis dini, cara pengobatan dan pengawasan setelah terapi.

Prognosis

Prognosis karsinoma sel skuamosa sangat bergantung kepada:

  1. diagnosis
  2. cara penobatan dan ketrampilan dokter
  3. kerjasam antara orang yang sakit dengan dokter

prognosis yang paling buruk bila tumor tumbuh di atas sel kulit yang normal (de novo), sedangkan tumor yang ditemukan di kepala dan leher, prognosisnya lebih baik daripada ditempat lainnya. Demikian juga prognosis yang ditemuakan diekstremitas bawah, lebih buruk daripada di ekstremitas atas.

Leave a comment »

Perkembangan Remaja


Remaja Menurut World Health Organisation (WHO) merupakan periode kehidupan antara usia 10-19 tahun yang menunjukkan pematangan fisik dan seksual pada laki-laki dan perempuan yang mengarah pada karakteristik perilaku, dipengaruhi oleh budaya. Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan. Transisi ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya kebudayaan lain, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka.

Pubertas merupakan Periode transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa à ditandai munculnya karakteristik seks sekunder dan kemampuan reproduksi  seksual didapat. Selama pubertas, terjadi percepatan pertumbuhan linier karena memanjangnya tulang-tulang panjang. Pubertas dimulai pada usia sekitar 11 tahun pada anak perempuan dan 13 belas pada ank laki-laki, dan berlangsung beberapa tahun pada kedua jenis kelamin.

Adatiga macam masa pubertas :

  • Early adolescence¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† 11-14 years
  • Middle adolescence¬†¬†¬† ¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† 15-17 years
  • Late adolescence¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† 18-21 years

Terminologi pubertas :

  • Adrenarche : Munculnya rambut pubis dan aksila pada laki-laki tanpa disertai tanda-tanda virilisasi atau pubertas yang lain.
  • Thelarche : Pembesaran payudara pada perempuan yang bersifat menetap dan¬† dapat berupa universal dan bilateral dimulai pada saat pubertas.
  • Pubarche : saat mulainya pubertas, ditandai dengan pertumbuhan rambut kemaluan.
  • Menarche : Timbulnya haid pada anak-anak tanpa disertai tanda-tanda peningkatan estrogen yang lain.

Perkembangan pada Remaja Selama Pubertas

  1. Perkembangan fisik 
    Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitari pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam sekitar dua tahun. Dorongan pertumbuhan terjadi lebih awal pada pria dari pada wanita, juga menandakan bahwa wanita lebih dahulu matang secara seksual dari pada pria. Pencapaian kematangan seksual pada gadis remaja ditandai oleh kehadiran menstruasi dan pada pria ditandai oleh produksi semen. Hormon-hormon utama yang mengatur perubahan ini adalah androgen pada pria dan estrogen pada wanita, zat-zat yang juga dihubungkan dengan penampilan ciri-ciri seksual sekunder: rambut wajah, tubuh, dan kelamin dan suara yang mendalam pada pria; rambut tubuh dan kelamin, pembesaran payudara, dan pinggul lebih lebar pada wanita. Perubahan fisik dapat berhubungan dengan penyesuaian psikologis; beberapa studi menganjurkan bahwa individu yang menjadi dewasa di usia dini lebih baik dalam menyesuaikan diri daripada rekan-rekan mereka yang menjadi dewasa lebih lambat.
  2. Perkembangan intelektual  
    Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah-masalah kompleks berkembang secara bertahap. Psikolog Perancis Jean Piaget menentukan bahwa masa remaja adalah awal tahap pikiran formal operasional, yang mungkin dapat dicirikan sebagai pemikiran yang melibatkan logika pengurangan/deduksi. Piaget beranggapan bahwa tahap ini terjadi di antara semua orang tanpa memandang pendidikan dan pengalaman terkait mereka. Namun bukti riset tidak mendukung hipotesis ini; bukti itu menunjukkan bahwa kemampuan remaja untuk menyelesaikan masalah kompleks adalah fungsi dari proses belajar dan pendidikan yang terkumpul.
  3. Perkembangan seksual        
    Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks. Terlepas dari keterlibatan mereka dalam aktivitas seksual, beberapa remaja tidak tertarik pada, atau tahu tentang, metode Keluarga Berencana atau gejala-gejala Penyakit Menular Seksual (PMS). Akibatnya, angka kelahiran tidak sah dan timbulnya penyakit kelamin kian meningkat.
  4. Perkembangan emosional   
    Psikolog Amerika G. Stanley Hall mengatakan bahwa masa remaja adalah masa stres emosional, yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Psikolog Amerika kelahiran Jerman Erik Erikson memandang perkembangan sebagai proses psikososial yang terjadi seumur hidup. Tugas psikososial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan orang tersebut berhubungan dengan lainnya dalam gaya dewasa. Kehadiran problem emosional bervariasi antara setiap remaja.

 

TIME OF PUBERTY

Garis perkembangan terjadi dalam tiga periode, remaja awal, tengah, dan akhir. Variasi individu adalah besar. Jenis kelamin dan subkultur mempengaruhi jalannya perkembangan, seperti halnya stresor fisik dan sosial seperti cerebral palsy atau alkoholisme orang tua.

  1. Remaja Awal
  • Perkembangan Biologis

Pada keadaan prapubertas, kadar steroid seks dalam sirkulasi tertekan oleh umpan balik negatif pada hipotalamus. Pubertas mulai dengan pengurangan hambatan hipotalamus dalam responnya terhadap faktor-faktor yang belum sepenuhnya dapat dimengerti.

Tanda pubertas pertama yang dapt dilihat pada anak perempuan adalah perkembangan tunas-tunas payudara, pertumbuhan rambut pubis yang dimulai pada usia 8 tahun. Tanda pertama pada anak laki-laki, pembesaran testis mulai usia 9,5 tahun. Pada anak perempuan dibawah pengaruh FSH (Folicle Stimulating Hormone)dan estrogen. Sedangkan pada anak laki-laki dibawah pengaruh LH (Luetinizing Hormone) dan testosteron.

  • Seksualitas

Ketertarikan terhadap seks meningkat pada masa pubertas awal. Ejakulasi biasanya saat masturbasi dan secara spontan pada waktu tidur. Beberapa anak laki-laki cemas bahwa mimpi basah merupakan tanda-tanda infeksi. Pada remaja awal kadang-kadang melakukan masturbasi secara sosial, eksplorasi seksual bersama bukan spenuhnya merupakan tanda-tanda homoseksualitas. Pada usia 13 tahun, 5 % dari anak perempuan dan dari 20% dari anak laki-laki telah melakukan hubungan seks. Hubungan antara perubahan hormonal dan keterkaitan serta aktivitas seksual adalah kontroversial.

  • Perkembangan Kognitif dan Moral

Dalam teori Piaget, remaja menandai peralihan dari karakteristik pemikiran operasional anak usia sekolah yang nyata ke perbuatan logis yang formal. Pekembangan pemikiran moral secara kasar sejajar dengan perkembangan kognitif.

  • Konsep Diri

Kesadaran diri pada masa remaja meningkat secara eksponen dalam tanggapan terhadap transformasi somatis pubertas. Kesadaran diri pada usia ini cenderung untuk memusatkan pada karakteristik luar yang berbeda dengan introspeksi pada remaja akhir. Gangguan citra tubuh yang serius, seperti anoreksia nervosa juga cenderung muncul pada usia ini. Masa pubertas meningkatkan harga diri pada anak laki-laki, tetapi melemahkan pada anak perempuan karena kedua jenis kelamin tersebut menerima aturan-aturan gender dalam kekuasaan dan kehormatan.

  • Hubungan dengan keluarga, Teman Sebaya, dan Masyarakat

Pada awal remaja, kecenderungan kearah pemisahan dari keluarga dan peningkatan keterlibatan dalam percepatan aktivitas kelompok sebaya. Kebanyakan remaja melanjutkan usahanya untuk membahagiakan orang tuanya. Hubungan remaja muda terhadap masyarakat berpusat pada sekolah. Perubahan dalam struktur sekolah memperkuat perubahan-perubahan yang terkandung dalam pemisahan dengan keluarga.

2. Remaja Pertengahan

  • Perkembangan Biologis

Puncak kecepatan pertumbuhan remaja pertengahan pada anak perempuan saat usia 11,5 tahun. Dengan kecepatan tertinggi 8,5 cm pertahun dan melambat pada usia 16 tahun. Sedangkan pada laki-laki puncaknya saat usia 13,5 tahun dengan 9,5 cm pertahun kemudian melambat pada usia 18 tahun.

  • Seksualitas

Tingkat aktivitas seksual sangat bervariasi. Pada usai 16 tahun, sekitar 30% anak perempuan dan 45 % anak laki-laki telah melakukan hubungan seksual, 17% melakukan petting dan kurang lebih 22% berciuman sebagai satu0satunya perilaku seksual.

  • Perkembangan Kognitif dan Moral

Dengan peralihan kepemikiran operasional formal, remaja pertengahan bertanya dan menganalisis secara luas. Pertanyaan atas kebiasaan moral mendorong perkembangan aturan etika perseorangan.

  • Konsep Diri

Pada masa ini, remaja pertengahan sering bereksperimen dengan berbagai orang, berganti gaya pakaian, kelompok teman, dan minat dari bulan ke bulan.

  • Hubungan dengan Keluarga, Teman Sebaya, dan Masyarakat

Pada masa ini biasanya terjadi ketegangan hubungan antara renaj dan orang tua. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan arah emosional dan energi seksual ke arah hubungan dengan sebyanya.

3. Remaja Akhir

  • Perkembangan Biologis

Dalam masa ini terjadi perkembangan payudara, penis, dan rambut pubis terjaadi pada usia 17-18 tahun. Perunahan-perubahan kecil dalam penyebaran rambut seringkali berlanjut beberapa tahun pada laki-laki termasuk pertumbuhan rambut ketiak, dada, dan wajah.

  • Perkembangan Psikososial

Perubahan-perubahan fisik yang lambat, memungkinkan kesan tubuh yang lebih mantap. Keputusan atas karir menjadi menekan karena konsep diri remaja semakin terikat pada peran-peran yang muncul dalam masyarakat (sebagai pelajar, pekerja, atau orang tua).

FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN REMAJA                                              

  1. Keluarga

Keluarga sangat berperan penting dalam mempengaruhi tumbuh kembang remaja. Dimana orang tua akan mengarahkan anaknya untuk hal-hal yang positif. Di salah satu study di Amerika para ilmuan telah meneliti bagaimana seorang tua mensejahterakan keluarganya dengan pendapatan yang minimal serta bertukar pikiran, bercerita, dan berbicara dengan anaknya mempunyai dampak yang amat membanggakan yaitu berhubungan dengan peningkatan nilai IQ anak yang sangat drastis. Sebagai seorang orang tua mereka seharusnya memberikan beberapa pendidikan seperti : Pendidikan Agama, Pendidikan Moral, Pendidikan Seksual.

2. Nutrisi

Dalam proses perkembangan nutrisi sangat berpengaruh dalam pencapaian maturitas organ, misalkan untuk tumbuh kembang seks kelamin sekunder dibutuhkan beberapa nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Apabila kita kekurangan dari lima macam nutrisi di atas maka akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang remaja. Jumlah nutrien dalam makanan harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan energi dan sintesis sel.

  1. Etnik dan Budaya

Kebudayaan merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kemabang remaja, misalnya budaya barat dengan budaya timur. Di mana budaya timur sangat terkenal dengan kesopanan, keramahan, dan tutur kata yang halus. Hal ini akan memberikan efek yang positif bagi remaja dalam menjalani proses perkembangan, penemuan jati diri mereka yang positif pula. Sebaliknya, budaya barat mengajarkan tentang seks bebas, berpakaian yang kurang sopan, minum-minuman yang mana ini semua akan berpengaruh terhadap tingkah laku remaja yang menyimpang.

  1. Pola Hidup

Aktivitas Fisik (misal olahraga)

  • Membantu Proses Pelepasan growth hormone

Produksi growth hormone dipengaruhi oleh beberapa faktor mencakup olahraga, stres, nutrisi, tidur, dan growth hormone itu sendiri. Kontrol yang paling utama dari pelepasan growth hormone adalah 2 hormon peptida hipotalamus, yaitu GHRH (growth hormone releasing hormone), yang menstimulasi sintesis dan sekresi growth hormone, dan somatostatin untuk menghambat pelepasan GH dalam memberikan respon kepada GHRH serta stimulasi lain seperti rendahnya konsentrasi gula darah. Sekresi GH juga melibatkan bagian lengkung umpan balik negatif yang melibatkan IGF-1(insulin-like growth factor-1). Tingginya level IGF-1 dalam darah mengarah pada penurunan sekresi GH tidak hanya dengan menekan secara langsung lactotroph, tetapi juga menstimulasi pelepasan somatostatin dari hipotalamus. GH juga memberikan umpan balik penghambatan sekresi GHRH dan kemungkinan mempunyai efek inhibitor secara langsung (autkrin) dalam sekresi dari lactotroph. Integrasi semua faktor yang berpengaruh pada sintesis hormon pertumbuhan dan sekresi yang memicu pada pola lonjakan pelepasan hormon. Konsentrasi basal GH dalam darah sangat rendah. Pada anak-anak dan dewasa muda, periode paling intes dalam pelepasan hormone pertumbuhan itu sejenak setelah terjadinya tidur dalam.

  • Mengurangi Risiko Penyakit Metabolik

Dengan adanya aktivitas fisik seperti olahraga maka akan mengurangi risiko penyakit-penyakit metabolik seperti, diabetes mellitus, obesitas.

Leave a comment »

Peti Mati Depan Kost..


Ceritanya berawal saat aku harus pindah kepanitraan klinik di RSUD bekasi..yah karena ada beberapa hal. Untuk itu aku dan temenku (berdua) mw gak mw harus nyari kosan baru, karena jauh dijangkau dari ciputat, apalagi kalo harus baik angkutan umum bisa berjam2 baru nyampe, belum lagi kalo kena macet..

Dengan jadwal ujian yang padat, maka pencarian sang RS dan kosan dimulai hari sabtu. berhubung temenku yang satu kelompok gak bisa ikutan akhirnya aku bareng temen dari kelompok yang lain..*takut euy pergi sendiri ke tempat baru..:P

Berbekal nekat plus wejangan2 dari temen yang pernah di bekasi, meski nyasar2,, Alhamdulillah akhirnya sampe juga ke bekasi..karena berangkat sudah agak sore walhasil nyampe sana pun dah mulai gelap..langsung setelah ketemu RS nya, perjalanan dilanjutkan untuk mencari kos2an..

Berhubung dah sore dan ada kosan yang lumayan cocok dan hargapun sesuai, akhirnya terpilihlah satu kosan yang dekat dengan RSnya..pemilik kosan mengatakan sudah banyak yang booking kosannya..daripada gak dapet lagi akhirnya langsung booking dengan DP..

Sore2 keesokan harinya aku berangkat sendiri ke bekasi, ternyata temenku dah sampe duluan..saat itu aku dah membayangkan kalo kosan tsb bakal rame..eh..ternyata pas dah nyampe sana..sepiii..cuma ada temenku..lho..lho..ko sepi gini, katanya banyak yang ngekos..:-? ehmm..mungkin baru pada datang besok, kataku menghibur..ternyata sampe beberapa hari gak datang2 juga..

Saat pagi lebih kaget lagi,,baru nyadar kalo depan kosan adalah tempat membuat peti mati..beuuu,,dah kosan sepi, tambah lingkungannya kayak gini..sereeem amiit..gara2 liat kosannya malem2 ne, jadi gak kelihatan kalo depan kosan tempat buat peti mati..

Untungnya dah pernah stase forensik,,jadi dah biasa liat peti mati..akhirnya lama2 terbiasa juga..hehe

Perhatikan baik2 saat anda mencari kosan..hahaha..

2 Comments »

I’ll Miss That Place


Sebenarnya bukanlah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tempat yang satu ini,,hanya saja kesempatan ini berbeda dengan sebelum2nya..

Tempat yang akan membuat orang2 takut dan tegang,,takut ketika akan dilakukan operasi..bagaimana keadaaan setelah dibius..akankah dapat kembali sadar seperti sedia kala..

yah..itulah gambaran di kamar operasi (OK)..bagiku rasanya tidak semenakutkan itu..karena aku disana bukan sebagai pasien..hehe [baca Koass]

Selama 4 minggu ini aku sedang stase anestesi,,dimana lagi tempat nongkrongnya kalo bukan di kamar operasi (OK) dan ICU..karena itu pula aku punya kesempatan untuk keluar masuk kamar operasi dan ICU sesuka hati..:-P

Hari pertama stase ini pun tiba,,aku dan teman2 sudah bersiap disana jam 7 lengkap dengan kostum yang seharusnya..sayangnya ada miss komunikasi diantara kami dengan konsulen..walhasil hari pertama dah kena marah,,hanya bisa bersabar..aku yakin pasti ada hikmahnya,,para konsulen2 pasti pengen yang terbaik untuk anak didiknya.

Entah kenapa kelompok aku selalu ada tanggal merah di stase yang ada jaga malam..itu artinya sama dengan tidak libur,,karena meski libur kita tetap harus jaga..fiuuhhh..

Tetapi di stase ini aku rasa cukup menyenangkan jaganya..padahal jika dibandingkan stase yang lain berat juga stase yang satu ini..nunggu orang operasi, bisa berdiri berjam2, apalagi yang namany OK Cito..beuuh..dingin bangeeeet..dah gitu setiap aku jaga gk pernah yang namanya sepi pasien..setelah kuhitung2 ternyata pasien minimal yang masuk selama aku jaga adalah 4, di waktu2 yang lain bisa 6 pasien bahkan 8 pasien dalam 12 jam..dan selama  jaga itu pula pasti selalu ada sectio caecaria..

Agak susah mendiskripsikan OK,,tapi setidaknya dengan aku sering keluar masuk OK, aku jadi tw ap sebenarnya yang terjadi selama kita operasi, apa saja yang dilakukan sampe obat2 biusnya juga kita pelajari..

Setiap harinya pertama kita harus menyiapkan alat dan mesin anestesi, termasuk mengecek mesin tsb apakah ada kebocoran atau tidak. dilanjutkan dengan mendata pasien yang akan di operasi dan mengambil obat dari masing2 pasien tsb. Di stase ini banyak tindakan yang bisa dilakukan, dari pasang infus, ambil AGD, intubasi, RJP..dll..dll..inget RJP jadi inget ada salah satu temenku disebut sebagai pembawa maut..entah ada aura apa yang menempel pada dirinya, sehingga saat dia jaga ada aja pasien yang meninggal..alhasil, dialah orang yang paling sering melakukan tindakan RJP..ckckck.. Dan beruntungnya lagi, selama dia jaga gak ada istilah gak ada pasien..seringnya banjir pasien..hahaha..

Di Stase ini juga yang memiliki aturan untuk melaporkan kasus jaga malam hari jumat, sabtu dan minggu setiap hari senin, masing2 dari kami yang jaga harus melaporkan kasus untuk dibahas. pada senin minggu kedua adalah jadwal laporan jaga kami yang pertama. mengingat pengalaman2 laporan jaga di stase2 sebelumnya kami jadi berpikir bahwa yang dilaporkan adalah malam terakhir sebelum laporan jaga..Ternyata dugaan kami meleset, sang konsulen meminta masing dari kami untuk melaporkan kasus yang didapat  selama jaga..bahkan konsekuensi bagi yang tidak melaporkan adalah dikeluarkan dari ruangan yang itu artinya kami tidak bisa mengikuti pembahasan kasusnya..mulailah saat satu persatu ditanya untuk melaporkan, mulailah satu persatu dari kami harus keluar..haha..termasuk diriku,,wkwkwk..meski agak kecewa gak bisa mengikuti kegiatan tersebut, ternyata ada hal lain yang menyambut..hehe..dapat tindakan..cihuyy..

Berangkat pagi-pulang sore sudah menjadi kebiasaan, apalagi dengan kondisi jakarta yang tak pernah lepas dari kata macet..huhui..tidur di angkot jg dah biasa, untung ja gak bablas..:D

pokoknya berada di kamar operasi bukan sebagai pasien itu menyenangkan..hehe..klo jadi pasiennya..beuuh…stress juga..bahkan dokter anestesi sekalipun yang biasanya membius orang ja bisa stress pas harus operasi..

Pesan untuk para pasien yang akan menjalani operasi, banyak berdoa ya..semoga diberi kelancaran selama jalannya operasi dan dapat menjadi jalan untuk kesembuhan..:)

Leave a comment »